oleh

‎Satpas Polres Metro Tangerang Kota : Ketika Slogan Tak Sejalan dengan Kenyataan, Calo SIM Masih Bebas Berkeliaran !

Tangerang Kota, 19 Januari 2026 – Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Satlantas Polres Metro Tangerang Kota seharusnya menjadi simbol pelayanan publik yang bersih dan bebas dari praktik percaloan. Namun, ironi terjadi ketika slogan “Bebas Calo” yang terpampang di depan kantor justru bertolak belakang dengan realita yang ada. Para calo SIM dengan leluasa menawarkan jasa “pengurusan cepat” SIM C dan A, meresahkan masyarakat dan mencoreng citra kepolisian.

‎Fenomena ini bukan isapan jempol belaka hasil temuan mendalam mengungkap bahwa para calo SIM menawarkan tarif fantastis, mencapai Rp. 600.000 untuk SIM C dan Rp. 750.000 untuk SIM A. Yang lebih mencengangkan, mereka menjanjikan proses tanpa tes dan langsung foto, seolah-olah memiliki “jalur khusus” di dalam sistem.

‎Seorang pemohon menceritakan pengalamannya ketika berada di tempat fotocopian samping Polres Metro Tangerang Kota yang lama, ia ditawarkan oleh Oknum tukang parkir yang mengaku bisa membantu proses pembuatan SIM dengan cara yang cepat.

‎Keberadaan calo yang begitu mencolok menimbulkan pertanyaan besar: mengapa mereka bisa beroperasi dengan begitu leluasa? Apakah ada oknum petugas yang terlibat dalam praktik haram ini? Dugaan ini semakin menguat dengan adanya laporan dari masyarakat yang merasa dipersulit saat mengurus SIM secara mandiri, namun dipermudah jika menggunakan jasa calo.

‎Praktik percaloan SIM bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan masyarakat secara finansial dan moral. Masyarakat yang ingin mendapatkan SIM secara jujur harus mengeluarkan biaya yang lebih besar, sementara para calo meraup keuntungan haram dengan memanfaatkan celah dalam sistem.

‎Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan tindakan revolusioner dari pihak kepolisian. Berikut adalah beberapa langkah yang perlu diambil

‎Dengan tindakan yang berani dan komprehensif, diharapkan praktik percaloan SIM di Satpas Ciamis dapat diberantas dan slogan “Bebas Calo” bukan hanya menjadi hiasan semata, tetapi benar-benar menjadi kenyataan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *