Ravanews.online|Bintan, 12 Agustus 2025 — Malangrapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, kini berubah menjadi panggung terbuka bagi praktik tambang galian C ilegal. Pelakunya? Seorang pengusaha lokal berinisial E, akrab disapa Elvis, yang diduga memimpin operasi ini layaknya sebuah perusahaan resmi — hanya saja, tanpa satu pun izin yang sah.
Pantauan Lapangan: Armada Raksasa dan Jalur Distribusi
Tim investigasi mendapati iring-iringan truk oranye berkapasitas besar keluar masuk lokasi tambang dari pagi hingga larut malam. Laju mereka mengarah ke sejumlah titik penampungan dan pelabuhan kecil di Bintan Timur. Kecepatan distribusi menunjukkan adanya jaringan logistik rapi, seolah ini bisnis legal dengan manajemen matang.
Modus Operasi: Legalitas Palsu dan “Kebal Razia”
Sumber internal menyebut Elvis menggunakan modus legalitas bayangan — dokumen-dokumen yang seakan-akan resmi untuk menutupi aktivitas ilegal di lapangan. Setiap truk disebut membayar setoran harian ke koordinator lapangan yang dipercaya langsung oleh Elvis.
Yang mengherankan, operasi ini nyaris tak pernah tersentuh razia terpadu, menimbulkan dugaan kuat adanya beking dari oknum aparat dan pejabat daerah.
Dampak: Rusaknya Lingkungan, Hilangnya Wibawa Negara
Kerusakan jalan raya di Malangrapat kian parah, debu pekat mengganggu kesehatan warga, dan bentang alam terkikis. Air hujan mulai membawa lumpur ke permukiman, mengancam pertanian dan sumber air. “Kalau begini terus, anak cucu kita hanya akan mewarisi tanah mati,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Jaringan yang Lebih Luas
Penelusuran indikasi aliran uang menunjukkan hasil tambang sebagian dikirim keluar daerah, bahkan keluar negeri melalui jalur tidak resmi. Pola ini menyerupai skema mafia tambang nasional yang kerap memanfaatkan wilayah pulau kecil untuk menambang cepat, mengirim hasil, lalu meninggalkan kerusakan permanen.
Tuntutan Publik
Masyarakat menuntut langkah nyata dari Polda Kepri, Satpol PP, dan Dinas Lingkungan Hidup. Bagi warga, ini bukan sekadar soal pasir, tapi soal harga diri daerah dan tegaknya hukum.
“Kalau Elvis dan jaringannya tidak disentuh, itu pesan buruk: hukum hanya berlaku untuk rakyat kecil,” kata seorang aktivis lingkungan.
Pertanyaan Terakhir yang Menggantung
Siapa sebenarnya Elvis? Siapa yang berdiri di belakangnya, membuatnya kebal dari hukum? Dan sampai kapan aparat mau membiarkan mafia tambang ini menggerogoti Bintan dari dalam?
.







Komentar