oleh

Mem-Pati kan Lebak lewat Mulut Hasby! Pemakzulan Harga Mati!!

Ravanews.com – Lebak Banten – Setahun sudah Lebak berganti posisi dari Iti menjadi Hasby bukan berganti Pemimpin tanpa ada perubahan yang signifikan. Sebagai warga Lebak, Saya sering disajikan dengan beragam kebijakan yang bersifat saduran tak berdaya padahal berbiaya.

Sebuah fakta yang tak terbantahkan asa perubahan diharapkan sebagian besar masyarakat Lebak. Sejak dahulu Lebak dikenal sebagai Daerah Tertinggal dengan Angka Kemiskinan terendah Kedua di Provinsi Banten.

Sejak saat itu harapan pembangunan dijadikan impian setiap pergantian pimpinan. Fakta lain bahwa pemimpin tak mampu ejawantahkan dalam bentuk pembangunan yang berkelanjutan meskipun dengan alasan baru setahun memimpin pemerintahan.

Hasby Jayabaya merupakan Trah JB yang melanjutkan perjalanan politik dengan Raihan kemenangan yang signifikan dibandingkan dengan dua pasang lawannya yang mencoba melakukan perlawanan di Ring Pilkada Lebak setahun lalu.

Tulisan yang Saya semai bersifat kolektif, dari ceceran ujaran hingga beragam respon atas kepemimpinan Hasby Amir selama setahun lebih. Hampir 84 Persen Minor dan bernada parau! Warga telah larut dalam kritik yang reaksioner hingga memutus urat malu penguasa.

Saya memulai dengan Pola Memimpin! Hasby telah menjadikan dirinya sebagai Pusat Kekuasaan dalam menjalankan roda pemerintahan. Sah secara hukum namun sikapnya menjadikan Ia Over dan anti Kritik. Gaya kepemimpinan yang tidak efektif, dominan, dan tidak memberikan ruang bagi bawahan. Dalam konteks profesional, ini sering disebut sebagai micromanagement atau perilaku otoriter.

Selain itu, berita soal Tindakan menelanjangi bawahan di lingkungan birokrasi selalu lahir dari proses ke’akuan! Ingat soal pelemparan Asbak belum penyebutan Orang dengan sumir Elu atau menggunakan sapaan Si dijadikan lalapan saat memimpin pasukan dalam Ruang Birokrasi.

Akhir Bulan Maret 2026 tepat di Momentum Halal Bihalal, Tragedi menelanjangi bawahan menyeret nama Amir Hamzah Wakil Bupati Lebak di depan khalayak ramai.

Penyebutan Amir Hamzah eks Narapidana menyebabkan Kecelakaan pada Verbal yang keluar dari Mulut Bupati Hasby. Kecelakaan Pertama ialah eks napi yang terpilih menjadi wakil Bupati Lebak menggiring opini bahwa ada masalah dalam proses administrasi saat pendaftaran Pasangan Calon. Kecelakaan kedua tentu menyebabkan Amir Hamzah murka dan meninggalkan Hasby dengan kemarahan yang menahun!

Dalam Islam, memberi nasihat memang dianjurkan, namun cara dan tempatnya harus tepat agar tidak menimbulkan permusuhan.

Orang bijak dan para ulama, termasuk Imam Syafi’i, menekankan bahwa menasihati atau menegur seseorang di depan umum bukanlah tindakan yang baik. Menasihati di depan orang banyak cenderung mempermalukan dan menjatuhkan harga diri orang tersebut, bukannya memperbaiki.

Kecelakaan ini patut dijadikan dasar bagi Rakyat Lebak untuk terus Menggaungkan Pemakzulkan Bupati Lebak.

Meskipun Secara konstitusional, pemerintah (Bupati/Wakil Bupati) di Kabupaten Lebak tidak bisa dimakzulkan hanya karena berkata kasar. Pemakzulan (impeachment) memerlukan dasar hukum yang sangat kuat dan ketat sesuai UUD 1945.

Namun, Gerakkan Pemakzulan sah secara konstitusi dengan akumulasi sikap dan tindakan yang akan menyebabkan Hasby Amir akan menjadi semakin jauh dan tak akan berkerja untuk kepentingan Warga Lebak.

Kepentingan _Impeachment_ tak berkaitan dengan politik tapi lebih menyelamatkan Lebak dari Nuansa Tak Harmonis Kedua pemimpin Lebak dan bisa memicu reaksi yang negatif dari berbagai kalangan jika terus dipertahankan.

Sebagai warga Lebak, Harapan terbesar Saya ialah Hasby Amir Berkerja dengan baik Meminta maaf atas tontonan yang buruk bagi kesehatan mental masyarakat Lebak yang mulai Gandrung dengan Drama China dan Korea yang tak bisa dibandingkan dengan pertikaian kedua Insan Pemimpin Lebak.

Apabila keharmonisan dan kembali bekerja untuk masyarakat Lebak tak segera diselesaikan maka Gerakkan Impeachment akan menjadikan *Lebak sebagai Pati*

_(Tulisan ini bagian dari Kepedulian dan Mengobati Fikiran yang sedang berkecamuk akan Peristiwa memalukan)_

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *